Minuman Rumput Laut untuk Sarapan Efektif Turunkan Berat Badan

rumput laut

Ingin cara sehat menurunkan berat badan? Cobalah minuman (shake) yang terbuat dari rumput laut pada waktu sarapan. Studi baru menemukan bahwa rumput laut dapat menurunkan berat badan dengan sehat dan efektif.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa menambahkan ekstrak rumput laut alginat pada milkshake coklat dapat menekan rasa lapar.

Hasil studi menunjukkan bahwa pria dan wanita yang minum minuman berbasis alginat untuk sarapan hampir sepertiga tidak merasa lapar pada saat waktu makan siang, dibandingkan dengan orang yang makan milkshake biasa.

Temuan yang telah dilaporkan pada jurnal Obesitas ini membuka jalan bagi berbagai makanan yang bisa membuat orang merasa kenyang lebih lama, sehingga membuatnya lebih mudah menolak makanan ringan di antara waktu makan.

"Berbagai diet dan program diet berbeda dapat dengan efektif menurunkan berat badan," jelas peneliti Harry Peters, seperti dilansir Dailymail.

Namun, lanjut Peters, banyak subjek yang gagal mematuhi program diet sehingga penurunan berat badan tidak tercapai atau tidak dapat dipertahankan.

"Menunda rasa lapar setelah makan berpotensi dapat meningkatkan kepuasan konsumen dengan program pengendalian berat badan, mengurangi produk makanan energi dan mendorong kepatuhan jangka panjang dengan mengurangi diet energi," ujar Peters.

Penelitian ini dilakukan dengan menambahkan alginat dan kalsium pada produk shake dan diberikan pada partisipan yang sehat untuk sarapan.

Partisipan yang diberikan alginat dengan jumlah tertinggi merasa kurang lapar hingga 30 persen setelah lima jam kemudian.

Alginat ini tidak melakukan apa pun untuk mengubah rasa minuman shake, tetapi partisipan mengatakan hal ini memberikan rasa nyaman dan kenyang.

Bentuk alginat berubah menjadi gel dalam lingkungan asam pada lambung, sedangkan dan kalsium menambah ketebalan gel tersebut.

Hal ini menciptakan perasaan kenyang, serta menyimpan makanan dalam perut lebih lama.

Pangkas Berat Badan dengan Cara yang Menyenangkan

menari

Susahnya menjalankan program penurunan berat badan seringkali membuat program tersebut gagal dan membuat orang menjadi depresi. Tapi ada beberapa cara asyik untuk dapat menurunkan berat badan.

Menurunkan berat badan memang bukan hal yang mudah bagi beberapa orang. Namun cara-cara sederhana dan menyenangkan berikut dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

Berikut beberapa cara asyik untuk dapat menurunkan berat badan, seperti dilansir Healthmad, Rabu (27/4/2011):

1. Menari
Bila Anda tak suka pergi ke pusat kebugaran untuk melakukan aerobik, latihan kardio atau latihan otot lainnya, cobalah untuk menari. Dengan menari, orang bisa membakar 500 kalori.

Selain bergerak, menari juga dapat memompa endorfin ke otak, yaitu hormon yang membuat orang merasa bahagia. Menari merupakan cara asyik dan menyenangkan untuk membuat tubuh tetap sehat dan membantu menurunkan berat badan.

2. Jalan kaki
Jalan kaki di pagi hari bisa menjadi cara menyenangkan untuk menurunkan berat badan. Selain membakar kalori, jalan kaki juga bisa membuat pikiran dan energi selalu segar sepanjang hari.

3. Bermain dengan anak
Bermain dengan anak yang aktif tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membuat Anda berkeringat dan membantu menurunkan berat badan. Tak perlu berlama-lama, cukup luangkan satu jam dalam sehari untuk bisa bermain dengan anak Anda yang aktif.

4. Berenang
Berenang setiap hari selama tiga puluh menit sudah cukup untuk secara bertahap menurunkan berat badan.

5. Memasak
Di kota-kota besar, orang lebih memilih makan di restoran cepat saji ketimbang harus memasak makanan sehat di rumah. Memasak makanan sendiri tidak hanya sehat tetapi juga merupakan cara yang baik untuk menurunkan berat badan.

6. Mengerjakan tugas rumah tangga
Apakah semua pekerjaan rumah tangga Anda dikerjakan oleh pembantu rumah tangga atau dengan mesin. Cobalah sesekali mengerjakan tugas rumah tangga Anda sendiri, seperti memotong rumput, menyapu lantai, mencuci piring dan hal-hal sederhana lainnya. Ini akan menjadi cara sederhana untuk membantu Anda menurunkan berat badan.

7. Berhubungan seks
Bagi pasangan yang sudah menikah (suami istri/pasutri), melakukan hubungan seksual bisa menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Melakukan hubungan seks yang sehat juga dapat membantu menurunkan berat badan.

Seks sama halnya dengan aktivitas fisik seperti olahraga, juga dapat membakar banyak kalori. Seks dapat meningkatkan denyut jantung sama seperti latihan aerobik dan membakar rata-rata 200 kalori selama 30 menit.

Sering Terkecoh Rasa Lapar? Ini Lho Pemicunya..

lapar

Anda sering merasa masih lapar padahal baru saja selesai makan? Beberapa bahan makanan memang dapat mengecoh tubuh sehingga tidak merespons rasa kenyang yang akibatnya malah membuat orang makan lebih banyak.

Secara normal, makan atau mengisi perut akan membuat Anda merasa kenyang. Tapi bila makanan yang Anda masukkan ke perut tidak tepat, maka Anda bisa masih merasa lapar meskipun baru saja selesai makan.

Berikut beberapa penyebab rasa lapar yang datang setelah selesai makan, seperti dilansir Menshealth.com, Kamis (28/4/2011):

1. Minum soda terlalu banyak
Soda, es teh (kemasan) dan minuman manis lainnya adalah sumber terbesar sirup jagung tinggi fruktosa (sekitar dua pertiga asupan harian).

Penelitian dari University of California di San Francisco menunjukkan bahwa fruktosa yang dapat mengecoh otak agar orang makan lebih banyak, bahkan ketika selesai makan.

Zat ini bekerja dengan menghambat kemampuan tubuh untuk menggunakan leptin, yaitu 'hormon pemuas' yang memberitahu tubuh ketika sudah cukup untuk makan alias kenyang.

2. Makan makanan kaleng
Banyak makanan kaleng yang mengandung bahan kimia BPA atau bisphenol-A, yang baru-baru ini Food and Drug Administration (FDA) menyatakan bahwa paparan BPA dapat menyebabkan lonjakan leptin abnormal, yang menurut peneliti di Harvard University dapat menyebabkan orang makan makanan berlebih meski usai makan sehingga memicu terjadinya obesitas (kegemukan).

3. Tidak sarapan atau hanya makan sedikit saat sarapan
Penelitian yang dilakukan selama 4 tahun pada 6.764 orang sehat menunjukkan bahwa orang yang sarapan hanya 300 kalori dua kali lipat lebih cepat mengalami kenaikan berat badan ketimbang orang yang sarapan 500 kalori atau lebih.

Alasannya, sarapan dengan porsi besar dapat membuat gula darah naik lebih perlahan dan menjaga insulin tetap stabil sepanjang hari, sehingga menghindari makan makanan berlebih atau ngemil.

4. Tidak makan sayur
Kebanyakan orang yang merasa lapar setelah makan adalah orang yang tidak makan sayur yang kaya akan vitamin B folat esensial, yang membantu melindungi terhadap depresi, kelelahan dan kenaikan berat badan.

Sayuran hijau juga tinggi vitamin K, yaitu nutrisi lain yang mengatur insulin untuk membantu mencegah rasa lapar setelah makan. Sayur yang banyak mengandung vitamin K antara lain selada, bayam, collard hijau.

5. Dehidrasi
Dehidrasi sering meniru rasa lapar. Jika Anda merasa lapar padahal baru saja makan cobalah minum banyak air, bisa jadi itu bukan lapar tapi kekurangan cairan.

Sedot Lemak Tak Bikin Lemak Kapok Datang Lagi

lemak

Salah satu cara menurunkan berat badan secara instan melalui liposuction (sedot lemak). Tapi ternyata cara ini tidak memberikan solusi permanen, karena lemak bisa datang kembali.

Sebuah studi menunjukkan lemak bisa kembali pada tempat yang sama atau justru di tempat lain yang tidak diinginkan. Studi ini dilakukan oleh peneliti dari University of Colorado dengan melibatkan 14 perempuan sehat.

Dalam studi ini partisipan yang terlibat berusia rata-rata 40 tahun yang memiliki proporsi besar lemak di jaringan adiposa. Dalam prosedur ini lemak yang disedot rata-rata 2,1 persen dari tubuhnya.

Setelah melakukan sedot lemak, maka peneliti mengukur perubahan yang terjadi di dalam tubuh partisipan saat 6 minggu, 6 bulan dan satu tahun dengan menggunakan MRI serta scan X-ray.

Hasil yang didapatkan setelah satu tahun melakukan liposuction adalah jaringan adiposa muncul kembali di daerah perut sebagai lemak subkutan (tepat di bawah kulit) dan lemak visceral (dalam) di sekitar perut. Kondisi ini terlepas dari apakah perut menjadi sasaran sedot lemak atau tidak.

Para peneliti juga berkesimpulan mekanisme di balik terjadinya penumpukan kembali massa di jaringan adiposa memang masih belum pasti, tapi hal ini menjadi sesuatu yang sangat menarik. Hasil temuan ini dipublikasikan secara online dan cetak dalam jurnal Obesity, seperti dikutip dari LATimes.

Dalam teknik sedot lemak, tidak semua lemak di dalam tubuh diambil tapi hanya di bagian tertentu saja. Lemak-lemak yang letaknya berada jauh di dalam rongga perut tidak bisa dihilangkan hanya dengan sedot lemak.

Sedot lemak sebaiknya dijadikan pilihan terakhir jika cara yang lain sudah tidak membuahkan hasil karena teknik ini membutuhkan perawatan yang sulit dan tidak murah serta harus dilakukan oleh ahli bedah yang berkompeten untuk mengurangi efek samping yang mungkin timbul.

Nutrisi Pengurang Nafsu Makan

apel

Tidak sedikit orang menjadi banyak makan karena nafsu makannya yang besar. Bila demikian, mengurangi nafsu makan bisa membantu Anda menurunkan berat badan.

Berikut beberapa makanan alami yang dapat membantu mengurangi nafsu makan dan menurunkan berat badan, seperti dilansir Dailymail:

1. Apel
Semua buah dan sayuran yang mengandung banyak air dan serat dapat menghasilkan sinyal kenyang di usus halus, apel salah satunya. Setelah dicerna, apel memproduksi hormon GLP-1, yang mengirimkan sinyal ke otak untuk membujuk Anda berpikir perut sudah atau masih kenyang. Penelitian menunjukkan apel juga sangat efektif untuk menurunkan berat badan.

Makan satu buah apel berukuran sedang 15 menit sebelum makan untuk membantu mengatur nafsu makan.

2. Cabai merah
Penelitian terakhir menemukan bahwa setengah sendok teh cabai merah cincang yang dimasukkan ke dalam makanan dapat mengurangi nafsu makan. Para ilmuwan menemukan Capsaicin, yaitu elemen yang bertanggung jawab untuk memberikan rasa panas pada cabai, dapat mengurangi rasa lapar sambil meningkatkan energi.

3. Rumput laut
Ilmuwan Belanda telah menemukan bahwa ganggang adalah serat makanan alami yang berasal dari rumput laut, yang dapat menekan rasa lapar sebesar 30 persen dan terus merasa kenyang sampai waktu makan siang.

4. Teh hijau
American Journal of Clinical Nutrition melaporkan teh hijau mengandung katekin, yanti zat yang dapat merangsang tubuh untuk membakar kalori lebih banyak.

Selain itu, teh hijau juga mengandung antioksidan tertentu yang diyakini memiliki efek pada hormon Leptin, yaitu hormon bertanggung jawab untuk mengendalikan nafsu makan.

Minum 3 sampai 6 cangkir teh hijau sehari mempercepat laju tubuh membakar energi sel hingga 40 persen, dan juga meningkatkan tingkat pembakaran lemak.

5. Telur
Kualitas protein telur adalah yang tertinggi dari setiap produk makanan secara keseluruhan dan menurut review ilmiah baru-baru ini, kandungan protein yang tinggi ini berperan dalam manajemen berat badan.

Menurut laporan jurnal American College of Nutrition, makan dua telur dadar untuk sarapan mengakibatkan orang makan lebih sedikit kalori untuk sisa waktu makan berikutnya.

Memulai hari dengan sarapan telur dapat mencegah rasa lapar datang hingga makan siang.

6. Jeruk nipis atau lemon
Lemon mengandung pektin, yaitu serat larut alami dan pembentuk gel yang dapat membakar lemak yang disimpan oleh tubuh dan memperlambat proses pencernaan sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.

Peneliti AS menemukan bahwa asam lemon dan pektin dapat memperlambat penyerapan gula setelah makan dan menghindari gula darah rendah yang dapat mengakibatkan orang berkeinginan ngemil.

Vitamin C dalam lemon juga membantu untuk menghasilkan karnitin, yaitu asam amino untuk mendorong tubuh untuk membakar lemak.

7. Air putih
Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2010 menyimpulkan bahwa minum air putih tepat sebelum makan benar-benar dapat membantu orang untuk menurunkan berat badan.

8. Bawang putih
Para peneliti di Israel baru-baru ini menemukan bahwa kandungan allicin pada bawang putih, yang bertanggung jawab memberikan bau menyengat, dapat merangsang pusat kenyang di otak, juga mengurangi rasa lapar.

Bawang putih juga merangsang sistem saraf untuk melepaskan hormon seperti adrenalin, yang pada gilirannya mempercepat tingkat metabolisme sehingga tubuh membakar kalori lebih banyak.

Dari Gila Kerja Jadi Gila Jalan Demi Badan Ramping

suzy

Suzy Ashford adalah perempuan pekerja yang sepanjang hari berada di depan komputer. Bertahun-tahun tanpa ia sadari duduk seharian di depan komputer membuat berat badannya terus bertambah. Sampai akhirnya ia bertekad untuk mengubah dirinya dari gila kerja menjadi gila jalan.

"Pekerjaan memaksa saya duduk seharian di depan komputer dan saya sangat sibuk dan lalu saya pun mulai tidak sadar telah makan banyak sambil bekerja di tempat duduk," kata Suzy seperti dilansir dari thatsfit.

Ketika merasa stres dengan pekerjannya, Suzy terbiasa mengemil kue-kue kecil, begitu juga ketika ada perayaan kecil di kantor selalu ada makanan manis yang tersedia. Aktifitasnya sehari-hari nyaris tidak lepas dari meja kerjanya dan makanan-makanan kecil untuk membantu menenangkan diri saat stres.

Lalu sampailah ia pada titik sadar saat sedang bercermin. Di depan kaca, ia melihat badannya penuh lemak, tidak berbentuk dan jauh dari bentuk badan sebelumnya ketika ia masih berusia 20 atau 30-an tahun.

"Saat itu saya begitu muak melihat bentuk badan, saya berkata kepada diri sendiri cukup sudah seperti ini. Oke saya harus membuat pilihan mengurangi berat badan dan meninggalkan kebiasaan banyak makan tanpa bergerak," katanya.

Suzy yang berusia 47 tahun agak ragu apakah dengan usia senjanya masih mampu menurunkan berat badannya. Namun ia bertekad ingin punya badan lebih ramping dan atletis seperti dulu dan ingin mengurangi makanan yang manis-manis. Ia teringat badan atletisnya dulu terbentuk karena ia suka jalan.

"Bagaimana saya bisa lupa, kalau saya dulu senang jalan yang membuat berat badanku dulu menjadi stabil. Lalu saya mulai lagi untuk berjalan," ungkap Suszy menceritakan awal munculnya hobi 'gila jalan' ini.

Pelan-pelan dimulailah kebiasaan untuk jalan tersebut. Awalnya, ia berjalan pagi bersama anjingnya. Setelah itu ia mulai menerapkan jalan kaki di siang hari saat akan atau sesudah makan siang. Lalu ia menambahkan lagi porsi jalannya pada malam hari.

Suzy berjalan dengan kecepatan tetap, tidak lambat tidak juga terlalu cepat. Dengan berjalan, Suzy mampu mengalihkan perhatiannya dari makanan dan pekerjaan. Sejak rajin berjalan, Suzy mengaku tidak lagi merasa selalu kelaparan.

Dengan rajin berjalan, Suzy merasakan badannya makin enteng, makin bugar dan napasnya lebih panjang dan kuat. Ia mulai tidak menyukai junk food dan hanya mencicipi sekali-sekali dan mulai makan kue sedikit. Meski begitu pada tiap hari Jumat ia agak longgar dengan jadwalnya. Ada waktu 1 jam memanjakan diri untuk memenuhi keinginan makan junk food atau es krim.

Tapi di hari biasa ia akan berjalan kaki pagi 20 menit, siang 45 menit dan pulang kerja 30 menit. Karena hobi jalannya itu, Suzy mengaku ia kini menjadi gila jalan. Menurutnya sebelum ada kendaraan, manusia kemana-mana dengan jalan kaki, maka ia kini memilih jalan kaki jika jaraknya tidak jauh.

Alhasil, setelah rutin berjalan kaki berbulan-bulan, berat badan Suzy pun turun hingga 22,7 kg dari semula 95,3 kg kini berat badannya 72,6 kg. Dengan tinggi badan 168 Cm, Suzy mengakui ia masih butuh menurunkan beberapa kilo lagi agar terlihat ideal. Ia tidak menargetkan harus berapa lama berat badannya turun, tapi ia percaya kuncinya cuma satu banyak jalan kaki.

Butuh Kalori Sedikit, Pekerja Kantoran Jangan Banyak Makan

kantor

ika pekerjaan Anda saat ini lebih banyak duduk di balik meja, sebaiknya mulailah untuk mengatur kalori yang masuk dan keluar. Banyak pekerja kantoran yang mengeluhkan badannya makin gemuk tapi tidak menyadari kalau kalori yang dimasukkan terlalu banyak.

Pekerjaan kantoran memiliki aktivitas gerak yang sedikit, tapi tanpa disadari kegiatan mengemil atau makan yang dilakukan kadang terlalu sering. Akibatnya tubuh menimbun banyak kalori yang jika tidak digunakan dengan banyak bergerak akan menumpuk menjadi lemak.

Dibandingkan pekerjaan lain, seperti dilansir cfs.gov.hk, Kamis (19/5/2011), pekerjaan kantoran hanya memerlukan kalori yang sedikit. Maka itu, pekerja kantoran tifak bisa menyamakan porsi makannya dengan pekerja konstruksi misalnya.

Pakar gizi memasukkan pekerja kantoran sebagai aktivitas fisik yang rendah. Karena pekerja kantoran umumnya tidak banyak bergerak dan lebih banyak berada di satu posisi, sehingga energi yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

Urutan aktivitas berdasarkan pekerjaan tersebut adalah:


  1. Tingkat aktivitas fisik rendah:pekerja kantoran, dosen dan petugas hotel

  2. Tingkat aktivitas fisik sedang: pekerja sekolah, petugas listrik dan pengemudi profesional

  3. Tingkat aktivitas fisik berat: atlet, penari dan pekerja konstruksi.


Dengan tingkat aktivitas pekerjaan tersebut, para pakar kemudian merilis berapa jumlah kalori yang dibutuhkan. Karena setiap individu membutuhkan jumlah kalori yang berbeda-beda, tergantung dari faktor usia, jenis kelamin, berat badan.

Jumlah kalori yang dibutuhkan berdasarkan aktivitas fisik dan usia adalah:

Usia 18-49 tahun

  1. Aktivitas rendah: laki-laki sebesar 2.420 kilo kalori dan perempuan sebesar 1.955 kilo kalori

  2. Aktivitas sedang: laki-laki sebesar 2.779 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.055 kilo kalori

  3. Aktivitas berat: laki-laki sebesar 3.278 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.280 kilo kalori


Usia 50-59 tahun

  1. Aktivitas rendah: laki-laki sebesar 2.404 kilo kalori dan perempuan sebesar 1.976 kilo kalori

  2. Aktivitas sedang: laki-laki sebesar 2.761 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.079 kilo kalori

  3. Aktivitas berat: laki-laki sebesar 3.257 kilo kalori dan perempuan sebesar 2.306 kilo kalori


Secara umum laki-laki memang membutuhkan energi yang lebih banyak karena secara fisik ia lebih banyak bergerak dibandingkan dengan perempuan. Semakin tinggi aktivitas fisiknya maka kebutuhan kalorinya akan semakin besar.

Karena itu penting untuk memperhatikan keseimbangan antara kalori yang masuk dan keluar untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Jika asupan kalorinya lebih besar dari yang dibutuhkan, maka ia akan menumpuk di tubuh dan bisa menyebabkan kelebihan berat badan tapi jika asupan kalorinya lebih kecil maka berat badan akan turun.

Jika seseorang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas maka akan meningkatkan risiko terkena berbagai penyakit seperti penyakit jantung, diabetes melitus dan beberapa jenis kanker.


© 2011 - 2013 by Kumpulan Cara | Qecak Media Powered by Blogger |